Halaman

Tampilkan postingan dengan label life story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

rantai 18

kini ku akan terbang
seorang diri
bersama sang angin
bersama sang angin
tanpa usikan cinta yang akan menjadi prahara
prahara yang mengusik perjalananku
perjalanan panjangku dalam mencari kebenaran
kebenaran untuk RIDHONYA..
slamat tinggal segala kenangan
slamat tingggal cinta...
akan kupersiapkan cintaku tuk ikhwan pilihan
insya allah
entah siapa pun dia...
ridho orang tua yang kutuju...
entah kapan datang waktu itu ,,,,

ku hanya ingin FOKUS dalam perjalananku sekarang...

Baca Selengkapnya....^^

rantai 17


refleksi diri

kau tunjukkan seolah kau WAH
tak sadarkah kau seorang yang KALAH

kau tunjukkan seolah kau SUPER HERO
tak sadarkah kau seorang yang SUPER ZERO

kau tunjukkan seolah kau PIONEER YANG PIAWAI
tak sadarkah kau seorang yang LOOSER YANG TERCERAI

kau tunjukkan seolah kau PEMENANG
tak sadarkah kau seorang yang PECUNDANG

kau tunjukkan seolah kau PEMILIK SEGALANYA
tak sadarkah kau TAK MEMPUNYAI APA-APA

kau hidup dalam KEPALSUAN
kau hidup dalam KEMUNAFIKAN
kau hidup dalam BALUTAN KAMUFLASE
kau hidup dalam ,,,

Baca Selengkapnya....^^

rantai 16


aku menghirup cinta yang dalam
aku meneguk kasih yang segar
aku mengecup sayang yang menyenangkan
darinya, dari mereka
saudara dan saudariku
aku mencium aroma harapan
aku menerawanag adanya penantian
penantian sebuah keberhasilan
aku merasakan sehaunsnya tercipta sebuah sinergi
keserasian aksi dengan reaksi
keharmonisan sabab dengan musabab
tapi ternyata .. ?
Nol Besar..
aku seolah memanfaatkan keadaan
dengan apa aku menjawab
dengan dusta aku merangkak
monopoli kemalasan lebih mendominasi
ingatan kosong, kesadaran kosong
"mereka mengharapkanmu, apa yang kau perbuat?"
perbuatan yang ku balas dengan kekosongan
akankah ini berakhir
kapankah ini berakhir
ku harus segera menyudahi

Baca Selengkapnya....^^

rantai 15


my ages has been wastedin a play
my everything delayed and stopped there

they've got everything what I haven't
and now, what I get?
I get a small and the special one
a regret, a big regret

everything which has been left can't become back
the circle will be rolling for next and the next

the more I look at everything benhind me
the more I have to cry

and the more I wanna get
the more I loss
the more I feel empty

Baca Selengkapnya....^^

rantai 14


baiklah, aku menemukn cermin
baiklah aku menerima gema
baiklah, ini sangat baik untukku
mendidikq untuk meihat
mendidikq untuk mendengar
mendidikku untuk memahani dan mengerti
and teach me to realiza
bahwa kuman diseberang laut terlihat
maka gajah pelupuk mata poun harus tampak
terima kasih,,
telah menyadarkanku

Baca Selengkapnya....^^

rantai 13


di sini aku mengemban tugas
di sini aku memikul kewajiban
di sini aku menjunjung amanah
di sini aku bertolak menuju asa
di sini aku si pengemudi
di sini aku si pengendali
di sini aku di atas kendara pilihan
di sini aku di ates medan laga harapan
namun apa yang ku lakukan?
tak pernah ku telusuuri peta perjuangan safari
tak pernah ku bertafakkur akan suatu "permasalahan"
tak pernah ku tersibukkkan atas lembaran-lembaran mulia
tak pernah ku terkesima tuk hanyut dalam keuletan
tak pernah ku cenderung pada telaah nan indah
namun ku tepelantng jauh
hingga tapa ku sadari bahwa ku jatuh terjerembab dalam keterlenaan
q manjakan diriku
q elukan jiwaku
q umbar hatiku
q permainkan arti sebuah kepercayaan dan amanah
q pontang-pantingkan keselarasan sebuah penantian
sampai sedikit banyak pilara menggerogoti perlahan
tapi ku salahgunakan ia
q manjakannya
seakan sebuah kebanggaan
bukan seonggok sesuati yang perlu dideportasikan
dan kini q di ambang kemasygulan yang berestafet dalam renungan
seharusnya, ,
q latih makna agung sebuah kesabaran
q latih makna mendalam sebuah keprihatinan
q latih makna kepuasan sebuah jerih kepayahan
q latih makna ketawadhu'an sebiah penghargaan
q latih makns hikmah sebuah kekalahan
q latih makna pelajaran sebuah cobaan
q latih makna kehancuran sebuah keangkuhan
q latih makna kemelaratan sebiah kebanggaan
namun
q tanggalkan itu semua
tak q indahkan itu semua
bahkan tak q acuhkan itu semua
seolah diri ini seorang pioeer yang piawai
namun itu sebuah kesalahan
melainkan diri ini hanyalah seorang loser yang tercerai

Baca Selengkapnya....^^

rantai 12


tiap muatan berkapasitas
mungkin itu yang dinamakan klimaks
selaksa sebauy tempayan yang tlah purna menampung air
jatuh berdebun su cengkirt gading
berirama seirama degup jantung ini
suara-suara itu sungguh..
membosankan,,mengintimidasiku tuk merasa muak
sumpeggg
rama,,,biyung,,,pengen wangsul,,sekedhapp
Tuhan.....Engkau Maha Tahu apa yang berkecamuk di hatiku
senandung depresi yang menghantui

Baca Selengkapnya....^^

rantai 11


tiada seindah dulu, tiada semanis dulu
tatkala lorong waktu merambat mundur
2 tahun silam
semanis madu, seindah taman bunga
selangka butir mutiara, semahal intan permata
sedamaia petikan harpa
sesejuk himalaya
semenakjubkan niagara
tanpa huruhara tiada nestapa
desiran gelora yang begitu membahana
menyambut hari bahagia
menepis segala rumor-rumor jelata
betapa oh betapa
tapi tiada suatu itu selamanya
segalanya tercipta sebagai sang fana
roda berputar mengikuti porosnya
gemericik air mengalir mengikuti arusnya
angain bergerak hebat mengikuti hembusannya
api berkobar membumbungkan asapnya
tapi
kini aku bersembunyi di balik alibiku
terpekur bersandar dalam pelarianku
sebuah tekad bulat menjadi pondasi
q harus bertahan melawan deru kenangan
q harus bertahan mengukuhkan sebuah perjalanan

Baca Selengkapnya....^^

rantai 10


semakin nyata akan kemungkinan "itu"
semakin kuat ketidakmungkinan "ini"
semakin kuat pula dorongan hati tuk mengambil langkah
tiada guna lagi lingkaran ini sanubari pun tak sepenuh hati
tiada pula pilar-pilar penopang lingkaran ini
bahkan semakin banyak pula amunisi-aminisi
yang bergejolak menggoyahkan sang pilar
harus ku sadari pula bahwa begitu kuat telapati itu
gerak hati yang begitu kuat, alami, dan hakus
tanpa kesengajaan, tanpa keinginan, tanpa pengibaratan
begitu pasti begitu nyata
lingkaran ini, lingkaran ini tak harus lagi bertahan
ia harus membelah diri
membentuk 2 buah lingkar kecil yang baru
yah..
mau di usahaan seperti apapun, takkan berhasil jika tanpa kehendak agung dari-Nya
begitu pun sebaliknya
mau dirusak sepeerti apapun, takkan musnah tanpa kehendakNya
lepaskan, serahkan padaNya
akan tiba jawabannya, suatu saat nanti jika tiba waktunya
Karena Tuhan
Maha Tahu segala yang terbaik untuk waktu yang baik
unuk menjawab segala tanya dari hati sang hamba

Baca Selengkapnya....^^

rantai 9


Ku ulurkan jemariku, ku raih penaku.. Ku urai kata demi kata,, demi merangkai sebuah mata rantai baru dalam ceritaku.. Mata rantai ke sembilan.. Mata rantai yg kini benar" baru.. Sama sekali baru.. Demi menyambut dan menyongsong rasa terkejutku, akan sesuatu...





selaksa sebutir amunisi mengoyak dada
selintas kabar cukup menjadi sebuah kejutan
datang seorang yang juga tak mengerti aapa-apa
menjadi obyek ambisi mereka
wahai orang-orang yang ku hormati
blum juga ku capai kepala dua
biarkan ku terbebas dengan perihal-perihal semacam itu
biarkan ku kepakkan sayapku dahulu
taman di awan masih ingin ku cari
wahai sahabatku,, terima kasih atas ceritamu
terima kasih pula atas upayamu
ku senang atas pengertianmu
yang mendukungku tuk sempurnakan perjalananku
Tuhan
kabar" ini seolah menjadi imla
pendiktean akan sebuah kenyataan
kenyataan tentang sesuatu yang ku takutkan
Tuhan, mungkinkah?
apakakah waktu yang panjang ini meruapak kesempatan
untuk memikirkan apa yang harus aku lakukan
Tuhan, arahkan langkahku pada jalan-Mu
Tuhan,,
Hanya Engkau yang tau atas kunci segala problema
untuk seuatu yang berkecamuk dalam hatiku

Baca Selengkapnya....^^

rantai 8


Selintas kabar itu
selintas kabar itu meresahkan
k u yang harus menitikberatkan perjalananku
ku yang harus taati rambu-rambu
mau tak mau memperlambat pacuan gasku
sanubari enggan ingkari
diri ini rasakan kekhawatiran itu
rapuhnya hati ini menyimpan kehendak
apa kabar yang ada di sana
di sebang jauh di sana, di tengah himpitan problema
di tengah riuhnya metropolitan
di antara keacuhan dunia
dibalik keambiguan prasangka
apa kabar yang disana
hadirkah ku dalam angannya
temani langkah-langkah beratnya
tersampaikankah salam semangatku untuknya
untuknya yang jauh di sana
iringan doaku kan senantiasa terhantarkan oleh sang angin
meski ku tau ku tlah bangun sebuh jurang
tapi, Tuhan Maha tahu segalanya
Tahu segala apa yang berkecmuk dalam diriku

Baca Selengkapnya....^^

rantai 7


kepakan sayapku terhambat dan tersendat
haluan angin berbelok bahkan hampir berbalik
sang angin,, sang angin,, bantu aku  tuk  pergi
jangan biarkan ku kembali
sang angin,,sanga ngin,, jangan sampaikan suara-suara itu
jangan hantarkan kabar-kabar itu
sang angin,,sang angin,, bantu aku terbang kembali,,,
q ingin menuju tempat yang jauh..
sang angin
sang angin
hati ini tak mampu ungkapkan rasa
lidah ini tak mampu ucapkan gulana
Tuhan
ku ingin ketentraman hati
Tuham,,
hilangkan segala memori ini
Tuhan
tahan diri ini memasuki kekelaman itu  laggi
Tuhan
ku tak tau apa yang ku rasakan saat ini
Tuhan
Kaulah Sang Penawar Lara
Kaulah SangPenepis Duka
Tuhan
Engkau Maha Tahu atas segala kegalauan ini

Baca Selengkapnya....^^

rantai 6


uji keberanian dengan sepotiong keputusam
tindakan pahit, atau keputusan maniskah ini
ada duka  mengiringi fakta
terselip bahagia di antara duka
sirna segala resah dan galau serta nestapa
lebur sudah sebongkah gundah
akankah ini menjadi yang terbaik
akankah ini menjadi keputusan yang hebat
di jalan ke tga yang sesungguhnya kini ku menapak
yang telah ku timbun dalam-dalam segala cabang
selamat tinggal kenangan
akankah ku bertahan dengan ini keadaan
penantianku yang tak pasti,,tinggallah sebuah memori
biakan angin mengalir dengan hembusannya yang tak terduga
q kan terbang dengannya
tak kan melawannya
tak pula ku menyrah kalah padanya
tapi ku punya sayap,,,sepasang sayap kecil nan berguna
kan q terbang tinggi dengannya'
kan q bersenandung di angkasa
bersama sang angin,,,bersama sang angin,,

Baca Selengkapnya....^^

rantai 5


tiap-tiap tindakan pastilah menyimpan tujuan
terkadang semu trerkadang pasti
se-semu apapun, ada misi tuk wujudkan visi
tak sekedar berlalu bagai angan kosong
sebentuk tujuan itulah yang membuat seseorang bertahan
akan tetapi, sekecil "ketidakmungkinan" seakan mengusik
membuyarkan angan, memudarkan asa, menggoyahkan langkah
mendatangkan kesanksian akan "mungkinkah"?
semua tau dan harus yakin "nothing is impossible"
tetapi realita mengarahkan padanya "impossibility"
logika pun setuju bahkan mau tak mau berkata "so little possibility"
semua faham akan "man jadda wajada"
haruskah aku bertahan?
jalan 1,2,3 atau bahkan jalan lain kah ku harus menenmpuh?
3 jalan tercipta tlah terhampar
hanya ada perlawanan kecil tuk ketidakmungkinan
perlawanan tentang kemustahilan
perlawanan yang cukup musthail pula
haruskah aku menggenggam teguh sebuah perjuangan?
berbeda jalurr, berbeda jalan, berbeda,,,,
membuahkan hasil anagan "mungkinkah?"
tapi ada 1 kemungkinan
apakah aku harus .....?
Tuhan...
Engkau tahu apa yang bergelayut di fkiranku
ku yakini Engkau Maha Tahu Segalanya.....

Baca Selengkapnya....^^

rantai 4


tiap-tiap tindakan pastilah menyimpan tujuan
terkadang semu trerkadang pasti
se-semu apapun, ada misi tuk wujudkan visi
tak sekedar berlalu bagai angan kosong
sebentuk tujuan itulah yang membuat seseorang bertahan
akan tetapi, sekecil "ketidakmungkinan" seakan mengusik
membuyarkan angan, memudarkan asa, menggoyahkan langkah
mendatangkan kesanksian akan "mungkinkah"?
semua tau dan harus yakin "nothing is impossible"
tetapi realita mengarahkan padanya "impossibility"
logika pun setuju bahkan mau tak mau berkata "so little possibility"
semua faham akan "man jadda wajada"
haruskah aku bertahan?
jalan 1,2,3 atau bahkan jalan lain kah ku harus menenmpuh?
3 jalan tercipta tlah terhampar
hanya ada perlawanan kecil tuk ketidakmungkinan
perlawanan tentang kemustahilan
perlawanan yang cukup musthail pula
haruskah aku menggenggam teguh sebuah perjuangan?
berbeda jalurr, berbeda jalan, berbeda,,,,
membuahkan hasil anagan "mungkinkah?"
tapi ada 1 kemungkinan
apakah aku harus .....?
Tuhan...
Engkau tahu apa yang bergelayut di fkiranku
ku yakini Engkau Maha Tahu Segalanya.....

Baca Selengkapnya....^^

rantai 3


senja yang sunyi meagukan kegalauan dalam kalbu
semilir sepoi hantarkanku ke angan masa yang tlah lalu
sontak ku teringat akan sesuatu
ku harus membuka lembaran baru
menuju masa depan nan syahdu

sungguh betapa memoar itu hanya akan menjadi belenggu
menorehkan luka meninggalkan catu
ketahuilah...
jajaran patok-patok itu akan terkikis angin yang menderu
fahamilah...
bukanlah kesalahan hadirkan penyesalan
tapi sadarilah....
alam ini belum mati dan akan terus menua
sejalan dengan usia anak adam yang kan terus menua
segalanya menunggu masa tuk menjadi aus
tiada makna selamanya meronta dalam penyesalan
hadirkanlah tangga menuju perubahan
panjatlah dengan segenap keyakinan
karena sesungguhnya tak jauh di sana
hamparan "unggulnya masa depan" sabar menanti
bersiaplah tuk menjejakkan kaki "di sana"
karena "ia" tlah siap dimiliki
berjuanglah Fa...
tuk miliki ia, masa depan yang cerah
karena ia takkan menampakkan diri tanpa kau cari
berdoalah Fa dalam iringan langkahmu
Karena Tuhan Tahu apa yang bergrlaytu dalam fikiranmu

"pena ku menatap masa depan"

Baca Selengkapnya....^^

rantai 2


Ada alasan mengapa ada jalinan ini
ada alasan untuk terbentuknya ikatan ini
ada alasan mengapa segalanya terjadi
ada alasan mengapa salah membelokkan kaki
dan ada alasan mengapa aku ingin beranjak pergi
tapi ada alasan pula mengapa aku mengikatnya kembali
hingga akhirna aku di antara dua jalan
jalan pertama yang akan terus bersambung dengan banyak rintangan yang bermuara ke jurang dengan seuts kecil jembatan di atasnya
seutas kecil,. begitu sulit dilalui
jalan kedua, jalan pendek yang mempunyai banyak sekali cabang di dalamnya, dan pastinya akan banyak sekali muara yang akan ditemui
muara yang entah seperti apa, akan seperti apa
dua jalan ynag menghadirkan dilema
akhirnya u memilih membangun jalan ke-tiga
jalan yang akan mengantarku kemana ia akan membawaku
tanpa harus kudahului dengan angan akhir perjalanan
tapi baru sejengkal ku berjalan, mengapa ku gali lorong kecil yang menghubungkanku dengan ke jalan pertama
kini kusadari ku perpanjang cabang-cabang hidupku
Tuhan, kuatkan aku tuk merangkak kembali ke jalan ketiga
tuk kembali lanjutkan langkahku
tanpa harus ku gali lorong menuju jalan kedua untuk syarat menimbun lorong yng menuju jalan pertama
Tuhan,,
Engkau Maha Tahu dengan segala yang bergelayut di fikiranku

Baca Selengkapnya....^^

rantai 1

HAL ANA ?

Allah Yaa Rabby, bertahun-tahun meyimpan tanya
hanya ingin mencari jawaban tuk mendapat kepastian
kepastian akan "apakah aku?"

bayangan masa itu menyesakkan dada
tlah 18 tahun kini
entah kapan, tapi masa itu pasti akan datang fa,,

ku pasti akan tresudut ketika ku tlah tak mampu lagi
tuk menunggu dan menunda lagi ... nanti
waktu kan mendesakku tuk membuka fakta
memaksaku tuk berbicara
menohokku tuk menelan simalakama

masa itu pasti akan datang
karena jarum jam berputar tak pernah berputar mundur
dan bumi tak pernah berputar ke timur
kecuali jika tlah habis masa hidup bumi ini
dan binasalah semua penghuni

Tuhan,,
kepada siapa aku harus bertanya
kepada siapa aku harus bercerita
kepada siapa aku harus mengadu
kepada siapa aku harus ...

Tuhan..
berikan perantara-Mu tuk hadirkan jawaban-Mu atas tanyaku
mencaei dan mencari ku lalui
tuk menyingkap tabir yang menyelimuti fakta

18 tahun hidupku berjalan sudah
masa itu akan datang

adakah "siap" padaku?
adakah aku "mampu" menjawab ?

kenyataan pahit terus membayangi
siapkah aku tuk slamanya menjadi ..... ?
jika sampai nanti tiada jawaban ku miliki

adakah mereka ungat tentang ... ?
adakah mereka memikirkan yang ku pikirkan ?

Tuhan
Engkau tahu apa yang bergelayut di fikiranku...

Baca Selengkapnya....^^

Jumat, 26 November 2010

Sekelumit Kisah yang Terlara #2 _to be continued_

Sabtu, 28 November 2009
Hari H penyembelihan hewan qurban di sekolah. Aku nggak bertugas hari ini. Aku masih trauma untuk sekedar memegang kamera, menyentuh sekalipun. Menjelang siang ketika aku dan semua sibuk mengiris-iris daging, ada sms masuk di hape ku
”Yth sdr Fa, kamera merk xxx seri xxx atas nama anda yang diservis pada tanggal 25 november 2009 tidak bisa diperbaiki, bisa di ambil maksimal pk.16 dan mengganti ongkos bongkar 15ribu rupiah. Terima kasih.”


Keajiban yang ku nanti tak datang, kenyataan yang pahit harus dijemput.
Allah…. Allah…. Allah…. Aku harus gimana? Harapanku lenyap sudah. Tak kuasa ku menahan tangis. Di pelukan temanku, ku tumpahkan semua air mataku. Aku begitu kebingungan, nominal 2juta selalu terngiang. Allah, aku harus gimana? Apa aku harusn ngomong ke keluarga? Allah, aku takut.. ekonomi keluarga sedang down, mana baru persiapan untuk pernikahan kakakku. 2 juta bukan uang sedikit untuk kami… Aku bingung..

Sore hari, ku sms kakakku, meminta izin untuk matur sesuatu sama keluarga. Seampai di rumah, ku ceritakan yang terjadi, dan ekspresi pertama kali yang kulihat pada ibuku adalah, KAGET ketika mendengar nominal itu. “Kamu harus belajar bertanggungjawab, itu untuk acara sekolah, kamu panitia, kalian semua panitia juga harus ikut memikirkannya. Itulah organisasi, jangan kamu pikir sendiri terus lari ke keluarga. Keluarga membantu, tapi belajarlah bertanggungjawab.” kata kakakku. Dengan lemas ku menuju kamarku dan menangis tersedu-sedu.
Malam harinya kakakku Mas H sms, “Albukaa-u jaizun, walaisa makhrojan. Menangis itu boleh, tetapi ia bukanlah jalan keluar. Bissobri tanaalu maa turid. Dengan kesabaran kau akan peroleh keinginanmu.” Terima kasih kakak, dukungan mentalmu. Tapi apa daya diriku ini, aku betul-betul merasa tak kuat. Allah, aku berlindung pada-Mu.

Lalu, apa yang harus aku katakan pada Tya? Rabu besok pasti dia akan menanyakan kabar kameranya, karena perjanjian dengan tempat servis itu 7 hari.
Dan benar.. malam rabu, Tya sms menanyakan kameranya. Aku bingung harus ngomong apa. Dan akhirnya ku jawab dengan jawaban menggantung, aku bilang bahwa besok aku akan ke rumahnya dengan teman-teman panitia, untuk meminta maaf dan berunding langsung dengan orangtuanya, yang memang sudah aku dan teman-teman rencanakan. Allah, jawaban kasar yang ku terima,”Kui barangku!! Rasah nggowo-nggowo wong tua ku!!” Ya Rabb, seumur hidup belum pernah dia ngomong sekasar itu kepadaku.

Prahara telah dimulai.. fikirku dengan getir..

Ryan menelfonku lama.. ya.. sangat lama…untuk apa? Untuk menghiburku, untuk menenangkan pikiranku.. untuk membantu menarik benang kusut yang menyumbat otakku.. yaa, benang yang sangat kusut.. dan malam ini kami sepakat, kami semua, akan ketemu Tya, di manapun, kalau Tya tak bersedia di rumahnya.

...to be continued..

Baca Selengkapnya....^^

Senin, 22 November 2010

Sekelumit Kisah yang Terlara #1

November-Desember 2009, akan menjadi bulan yang terkenang dengan segala memori menyakitkan di dalamnya. Peristiwa yang akan ku jadikan pelajaran, dan mungkin akan mengajarkanku akan kedewasaan. Kisah dimana aku yang tak berharta, tercekik mendengar dan harus menghadapi nominal yang cukup besar bagiku. Tapi yah, itu buah dari kecerobohanku. Dan yang semakin menyakitkan, kecerobohanku itu hampir menarik lepas diriku dari ikatan persahabatan dengan sahabatku yang kukenal semenjak ku duduk di bangku SD.

Akhir November 2009
Persiapan Idul Adha, aku diberi tugas untuk menjadi sie dokumentasi dalam kepanitiaan Idul Adha di sekolah. 3 hari sebelum hari H penyembelihan hewan qurban di sekolah, rangkaian kegiatannya yaitu penyerahan hewan qurban ke masjid-masjid yang mengajukan permohonan.

Rabu, 25 November 2009
Pagi-pagi sekali ketua oganisasiku mengirim sms, “Mbak, nanti jam 7 ke sekolah ya, bawa kamera. Makasih.” Dengan malas ku balas,“Untuk hari ini yang tugas Ota, aku udah sms dia. Soalnya sekalian dia ntar motret di acara guru, trus ntar langsung ke sekolah.” Smsan berlanjut dengan beberapa teman organsasi, dan Ryan mengusulkan untuk meminjam kamera, karena Ota bakalan siang nyampe sekolah, sedangkan acara kita dari pagi. Karena panggilan tanggung jawab dan profesionalisme tugas, akhirnya ku menyetujui usulan itu.

Gluduk !!!

“Aaahhh !!!” refleks ku menjerit tertahan. Mataku nanar menyaksikan kamera yang kupinjam dari Tia tadi pagi itu terjatuh. Sepintas teringat sekian detik yang lalu…

“Nduk, tolong ambilin kacamata di atas etalase di sebelah pintu utara mushola.” Guruku dhawuh padaku.
“Nggih, Pak.” Jawabku.
Kuulurkan tanganku yang memegang kamera ke adik kelasku, “Dek, nitip kamera sebentar ya!” Dua detik setelah itu…

Mataku berkaca-kaca, dengan gemetar kuraih kamera itu ke genggamanku. “Pie nduk?” kata guruku. Ku terdiam tak menjawabnya. Miris hatiku melihat kamera itu bagian depan yang berisi lensa bengkok. Kutekan tombol power. Diam. Scroll depan itu nggak mau bergerak. Tetap di posisi semula. Air mataku menggantung.
Dengan terluka, kuraih handphone. Ku tekan nomor HP Tia. Ahh, baterai lemah.

Kupinjam HP Ryan, kupasang simcardku. Dengan menahan isak tangis, ku telfon Tya, dan kuceritakan peristiwa beberapa menit yan lalu, meskipun pada akhirnya tetap tumpah air mataku. Berjuta kali ku memohon maaf padanya. Dari suaranya menanggapi ceritaku, ku tau dia sama bingungnya denganku. Kupikir, dia juga takut dengan ayahnya. Tapi aku jauh lebih bingung darinya, ku merasa bersalah dengannya sekaligus keluarganya. Lalu kutanya dia tempat servis kamera yang dia tau. Dia merekomendasikan beberapa tempat. Sebelum ku akhiri hubungan telpon itu, kuberanikan diri bertanya,
“Tya, kamu beli kameranya itu kapan?”.
“Sekitar taun lalu kayaknya.” Jawab Tya.
“Berapa?” tanyaku kembali.

“Emm.. Berapa yaa?? Kira-kira dua jutaan.”
Jawabnya.
Degg!!!! Aku kaget bukan main mendengarnya. Pikiranku langsung melayang, kalau kamera itu gak bias diperbaiki, alhasil aku harus mengganti sebesar 2juta!!! Aku tak sanggup membayangkannya. Darimana aku dapat uang sebanyak itu?

Sehari itu aku gunakan untuk muterin jogja, semua graha dan tempat servis kamera kudatangi, semuanya angkat tangan. Ada satu yang menawarkan untuk dibawa ke Jakarta, namun harus menunggu minimal 1bulan. Ku informasikan pada Tya tentan hal itu, dia nggak setuju.
“Akhir Desember kalo bisa udah jadi Fa.”
Ahh.. semakin sesak fikiranku. Akhir desember??? Lalu kudatangi 1 tempat servis lagi, harapan terakhir. Dan ku ucap Alhamdulillah… 1 tempat itu memberi sedikit harapan.

“Harus ditinggal 1minggu mbak, ntar kalo dalam 1minggu itu nggak bisa, langsung kami hubungi, dan hanya mengganti ongkos bongkar 15ribu rupiah.
”Kata petugasnya.
Ku hubungi Tya, dia pun setuju. Ku kembali ke sekolah untuk sholat, dan menenangkan diri sebelum pulang.
Hari-hari kulalui dengan perasaan waswas dan harap-harap cemas. Setiap usai sholat selalu kupanjatkan doa pada Allah agar kamera itu bisa diperbaiki.

...to be continued...

Baca Selengkapnya....^^